Langsung ke konten utama

Dampak Perkembangan Teknologi Perfilman di Indonesia


         Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan teknologi perfilman di Indonesia sangat maju dan berkembang pesat seiring berjalannya waktu. Di Indonesia sendiri teknologi dalam perfilman ini di manfaatkan dalam pemutaran film di bioskop maupun cinema teater untuk menarik minat pengunjung.

          Dalam hal ini bioskop-bioskop ternama di Indonesia seperti Cinema XXI dan Blitzmegaplex (yang sekarang berganti nama menjadi CGV Blitz), menyajikan teknologi-teknologi mutakhir yang dapat memanjakan pengunjung dalam menonton film di dalam teater. Seperti sound system yang sampai menggunakan teknologi laser untuk mendapatkan suara yang halus dan bagus, layar yang besar (dalam Cinema XXI biasa disebut IMAX), Pencahayaan lampu yang bagus, Pemutaran film 3D yang menggunakan Kacamata 3D untuk mendapatkan sensasi menonton film yang luar biasa dimana objek dalam film seperti keluar dari layar. Cinema XXI dan Blitzmegaplex juga menyajikan teater dalam kelas-kelas tertentu, seperti teater yang hanya menggunakan bangku biasa, teater yang menggunakan sofa, sampai teater yang menggunakan bedcover untuk memberi kenyamanan dan privasi bagi pengunjung. Selain itu Blitzmegaplex juga menyajikan teknologi film 4D yang biasa disebut 4Dx dimana anda akan merasakan benar-benar berada dalam film tersebut dan anda dapat merasakan ketegangan juga ketakutan yang dimunculkan dalam special effect yang disajikan dalam teater 4Dx misalnya bangku yang bergerak mengikuti alur dari film, effect air yang disemprotkan, sampai berbagai macam bau yang dikeluarkan sesuai dengan film yang diputar.

          Untuk mendapatkan itu semua tentunya anda juga harus mengeluarkan uang yang terjangkau. Tidak seperti pada saat kita menonton film di tanah lapang yang sering disebut “Layar Tancap” tidak sampai mengeluarkan uang banyak bahkan gratis. Pada masa-nya layar tancap merupakan media untuk pemutaran film yang didistribusikan pada masyarakat sebelum adanya bioskop dan teater  di Indonesia. Disebut “Layar Tancap” karena dalam media untuk menampilkan gambar/film tersebut membutuhkan sebuah layar yang besar dan diikatkan pada sebuah bambu ataupun kayu yang kemudian ditancapkan pada tanah. Seiring berjalannya waktu “Layar Tancap” mulai ditinggalkan terutama untuk kalangan remaja dan anak muda yang lebih memilih menonton film di bioskop dimana mereka melihat jika “Layar Tancap” terkesan kuno dan tua. Padahal “Layar Tancap” merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang sudah ada sejak dulu.

          Maka dari itu muncullah dampak-dampak dalam perkembangan teknologi perfilman di Indonesia mulai dari dampak negatif hingga dampak positif.

          Dampak Negatif :

  1. Meninggalkan salah satu kebudayaan Indonesia yaitu “Layar Tancap”.
  2. Banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mendistribusikan film secara illegal.
  3. Mengubah pola pikir dan gaya hidup remaja dan anak muda yang selalu pergi ke bioskop untuk menonton film.

Dampak Positif :

  1. Dapat mengikuti perkembangan teknologi untuk menambah pengetahuan.
  2. Meningkatkan kualitas dan mutu perfilman di Indonesia untuk mencapai hingga tingkat internasional.
  3. Merupakan edukasi bagi anak untuk media pembelajaran melalui film.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komponen untuk Membuat Film Pendek

Dalam membuat suatu karya, seseorang tidaklah harus memiliki alat-alat yang canggih dan sering digunakan untuk membuat suatu karya yang sangat besar. Misalnya dalam pembuatan film, seseorang tidak harus memiliki komponen-komponen seperti pembuatan film-film berkelas yang menggunakan teknologi modern. Saya akan menjelaskan beberapa komponen yang dibutuhkan untuk pembuatan film pendek yang bias dikatakan berkualitas. Kamera Kamera merupakan satu komponen penting dalam pembuatan suatu film. Membuat film tidaklah harus menggunakan kamera yang digunakan pada produksi-produksi film besar, dalam pembuatan film pendek kita bisa menggunakan kamera sekelas DSLR untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. Memilih kamera yang tepat juga diperlukan untuk mengurangi pengeluaran budget dalam meproduksi sebuah film pendek.      Ada baiknya dalam pemilihan sebuah kamera harus memiliki fitur Image stabilizer / Image Stabilization untuk mengambil gambar lebih stabil tanp...

Mengkonfigurasikan Audio system / Speaker dalam Home Theater dengan Baik

Setiap format surround sound selalu berkorelasi dengan channel-channel home theater. Ada beberapa jenis home theater berdasarkan konfigurasi channelnya. Yang paling umum adalah home theater 5.1 channel, diikuti home theater 6.1 channel, kemudian home theater 7.1 channel. Sebenarnya masih ada lagi konfigurasi yang lain, 9.1 channel dan 12.1 channel. Tapi nampaknya kedua jenis ini masih kurang umum. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengkonfigurasikan home theater menurut para expert. Yang dimaksud di sini adalah cara penempatan speaker-speaker home theater kita. Sangat disayangkan kalau kita asal-asalan menempatkan posisi speaker-speaker tersebut, yang justru akan membuat kita merasa tidak nyaman akibatnya. Berikut cara   Mengkonfigurasikan speaker untuk ke tiga jenis home theater : A. Home theater 5.1 channel. - Speaker 1. SW (subwoover). Pada dasarnya subwoover bisa diletakkan dimana saja asal kabelnya cukup. Jika dekat ke dinding atau pojok ruangan, suara...

Pengantar Teknologi Game

Teknologi Game Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian penemuan yang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi. Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat. Dalam bahasa Indonesia game berarti permainan. Permainan yang dimaksud dalam game juga merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual (intellectual playability). Sementara kata game bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intele...